Search

Penjatuhan Hukuman Atas Gaga Muhammad


Gaga Muhammad (sumber : insertlive.com)

Meme Sopan Gaga Muhammad Jadi Trending Twitter, Netizen Tak Puas Tuntutan 4,5 Tahun Penjara

Kronologi

Kecelakaan yang dialami Gaga Muhammad dan Laura Anna terjadi pada 8 Desember 2019. Saat itu, Gaga dan Laura baru tengah pulang dari salah satu tempat hiburan di kawasan SCBD. Ketika perjalanan sampai di Tol Jagorawi KM 10, kecelakaan tersebut terjadi. Gaga menyebut bahwa ia menyetir dalam kondisi mabuk dan sempat mengantuk sehingga tak sadar menabrak truk hingga terbalik. Akibatnya, Laura Anna mengalami cedera spinal cord yang membuat dirinya harus beraktivitas dari atas kursi roda hingga meninggal dunia pada 15 Desember 2021.

Beberapa hari lalu Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan tuntutan 4 tahun 6 bulan. Berita bermunculan terkait hal tersebut dengan menyorot kata ‘sopan’ sebagai suatu keringanan atas tuntutan. Berbagai tanggapan warganet bermuunculan, mereka berpendapat bahwa tuntutan tersebut kurang, bahwa alasan kesopanan tidaklah masuk akal, bahwa ini semua hanya permainan JPU.


Alasan Penjatuhan Pidana

Kasus Gaga bukanlah kasus pembunuhan. ini adalah kasus kelalaian yg mengakibatkan celaka dan cacat dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun. JPU menuntut Gaga dengan Pasal 310 ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Lalu Linta dan Angkutan. Lalu mengapa jaksa hanya menuntut 4,5 tahun dan bukan tuntutan maksimal?

Dalam doktrin hukum yang dikemukakan oleh Jan Remmelink, menetapkan berat ringannya vonis yang dijatuhkan dilandasi penilaian hakim atas semua situasi dan kondisi yang relevan dari tindak pidana bersangkutan. Remmelink menyebutnya Strafzummessungstatsachen, yakni fakta yang berkaitan dengan penetapan berat ringannya pidana. Jaksa dalam menyusun tuntutan harus mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan tentu saja karena terdakwa dalam hal ini Gaga, telah lalai dalam mengemudi. Lalu, dalam kasus kelalaian yang mana bukan pembunuhan berencana atau narkoba atau terorisme, tentu harus terdapat hal yang meringankan.

Jan Remmelink dalam bukunya yang berjudul Hukum Pidana merangkum 8 fakta yang memengaruhi berat-ringannya pemidanaan: Delik yang diperbuat; Nilai dari kebendaan hukum yang terkait; Cara bagaimana aturan dilanggar; Kerusakan lebih lanjut; Personalitas pelaku, umur, jenis kelamin, dan kedudukannya dalam masyarakat; Mentalitas yang ditunjukkan pelaku; Rasa penyesalan yang mungkin timbul; dan Catatan kriminalitas.

Beberapa hal meringankan Gaga salah satunya adalah sopan, belum pernah dihukum atau tidak ada catatan kriminalitas, mengakui perbuatan, tidak berbelit belit serta usia masih muda. Dikarenakan hal hal yang meringankan di atas, maka jaksa tidak menuntut Gaga dengan ancaman pidana maksimal. Warganet tidak akan pernah sepakat tentang berapa lama hukum yang adil untuk Gaga, namun hukum memiliki system dengan tujuan yang jelas yakni keadilan, kepastian dan kemanfaatan.

6 views0 comments