Search

Prosedur Dalam Melakukan Pengambil Alihan Saham Pada Perseroan Terbatas

Updated: Feb 21


Pengambil Alihan Saham
Ilustrasi : Layar Monitor Perdagangan Saham (sumber : jawapos.com)

Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas mengatur tentang Prosedur dan langkah-langkah pengambilalihan pada perseroan terbatas. pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut.


Pengambil alihan dilakukan dengan cara pengambil alihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh perseroan melalui direksi perseroan atau langsung dari pemegang saham.


Dalam melakukan tindakan pengambialihan saham dapat dilakukan oleh perseroan maupun orang perorangan.

Lalu, bagaimana langkah-langkah dan prosedur dalam melakukan pengambil alihan perseroan terbatas ?
1. Pemberitahuan pengambil alihan

Direksi perseroan yang akan mengambilalih menyampaikan maksudnya untuk melakukan pengambilalihan kepada Direksi perseroan yang akan diambil alih.


2. Membuat rancangan Pengambil alihan

Direksi perseroan yang akan mengambilalih dan Direksi Perseroan yang akan diambil alih, dengan persetujuan Dewan Komisaris masing-masing menyusun rancangan pengambilalihan yang memuat sekurang-kurangnya;

  1. Nama dan tempat kedudukan dari Perseroan yang akan mengambil alih dan Perseroan yang akan diambil alih;

  2. Alasan serta penjelasan Direksi Perseroan yang akan mengambil alih dan Direksi Perseroan yang akan diambil alih;

  3. Laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (2) huruf a untuk tahun buku terakhir dari Perseroan yang akan mengambil alih dan Perseroan yang akan diambil alih;

  4. Tata cara penilaian dan konversi saham dari Perseroan yang akan diambil alih terhadap saham penukarnya apabila pembayaran pengambilalihan dilakukan dengan saham;

  5. Jumlah saham yang akan diambil alih;

  6. Kesiapan pendanaan;

  7. Neraca konsolidasi proforma Perseroan yang akan mengambil alih setelah Pengambilalihan yang disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia;

  8. Cara penyelesaian hak pemegang saham yang tidak setuju terhadap Pengambilalihan;

  9. Cara penyelesaian status, hak dan kewajiban anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan karyawan dari Perseroan yang akan diambil alih;

  10. Perkiraan jangka waktu pelaksanaan Pengambilalihan, termasuk jangka waktu pemberian kuasa pengalihan saham dari pemegang saham kepada Direksi Perseroan;

  11. Rancangan perubahan anggaran dasar Perseroan hasil Pengambilalihan apabila ada.

3. Pemberitahuan Ringkasan Rancangan

Direksi Perseroan yang akan melakukan Pengambilalihan wajib mengumumkan ringkasan rancangan paling sedikit dalam 1 (satu) Surat kabar dan mengumumkan secara tertulis kepada karyawan dari perseroan yang akan melakukan pengambilalihan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum pemanggilan RUPS.


4. Keputusan RUPS

Setelah Rancangan yang telah dibuat oleh direksi perseroan yang akan melakukan pengambilalihan dan yang akan diambilalih dan sudah disetujui oleh masing-masing direksi, maka Perseroan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Syarat dalam pengambilan keputusan RUPS yaitu paling sedikit adanya 3⁄4 (tiga per empat) dari bagian jumlah seluruh saham dengan hak suara yang hadir atau diwakili dalam RUPS dan keputusan yang sah adalah jika disetujui paling sedikit 3⁄4 (tiga perempat) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan, kecuali anggaran dasar menentukan kuorum dan/atau ketentuan RUPS yang lebih besar.


5. Pembuatan Akta Pengambil alihan Dihadapan Notaris

Rancangan pengambilalihan yang telah disetujui oleh RUPS dituangkan kedalam AktaPengambilalihan yang dibuat dihadapan Notaris dalam Bahasa Indonesia dan kemudian

Salinan Akta Pengambilalihan Perseroan wajib dilampirkan pada penyampaian pemberitahuan kepada Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) tentang perubahan anggaran dasar.


6. Pengumuman Hasil Pengambil alihan

Direksi Perseroan yang sahamnya diambil alih wajib mengumumkan hasil pengambil alihan tersebut dalam 1 (satu) Surat Kabar atau lebih dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal berlakunya pengambil alihan tersebut.




Dasar Hukum:
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas;
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja

14 views0 comments